Tampilkan postingan dengan label INFO TENTANG HP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFO TENTANG HP. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Mei 2014

Apa Itu USB / WiFi Tethering Pada Smartphone?

Apa Itu USB / WiFi Tethering Pada Smartphone? - Biasanya kita akan menemukan banyak sekali istilah jika kita berbicara soal sesuatu yang berbau teknologi. Memang, biasanya istilah yang ada tersebut ditujukan untuk mempersingkat kata dan agar lebih mudah untuk diucapkan dan mudah diingat. Bagi yang sudah expert (ahli) dibidangnya, tentu mereka sudah sangat hafal dan memahaminya. Tapi bagaima dengan orang awam? Yup, sudah tentu mereka akan kebingungan jika mendengarnya karena memang belum pernah mendengar sebelumnya.
Tethering pada Android
Istilah yang dianggap membingungkan juga sering ditemukan pada perangkat smartphone, perangkat mobile canggih yang sangat populer saat ini dan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi banyak orang. Meski sudah menjadi bahan pokok bagi banyak orang, tidak sedikit pengguna smartphone yang masih belum memahami apa - apa soal perangkat yang digunakannya termasuk dalam hal ini istilah yang biasa digunakan di dalamnya. Salah satu istilah yang sering ditemui oleh para pengguna smartphone (khusunya yang menggunakan sistem operasi Android) adalah "tethering".
Tethering adalah sebuah metode pada sebuah ponsel atau smartphone untuk dapat berbagi koneksi internet dengan perangkat lain seperti PC/laptop, tablet, ataupun smartphone lainnya melalui koneksi WiFi (WiFi Tethering), Bluetooth (Bluetooth Tethering) atau dengan menggunakan kabel USB (USB Tethering). Itu artinya perangkat ponsel atau smartphone akan mampu beroperasi dan berfungsi layaknya sebuah modem.
Cara mengaktifkan fitur tethering sendiri bisa berbeda - beda pada tiap OS dari perangkat yang digunakan. Mimin pernah membahas tentang cara mengaktifkan fitur ini untuk perangkat dengan OS Android pada halaman Cara menjadikan Android sebagai modem. Namun perlu diingat bahwa jika kamu menggunakan fitur ini, maka akan berdampak pada cepat terkurasnya baterai dan perangkat juga akan lebih cepat panas.

Perbedaan Jenis Baterai

 
Perbedaan Jenis Baterai - Di jaman yang modern ini, kita telah banyak menemui gadget yang sangat berguna dan membantu kehidupan kita baik untuk komunikasi, peralatan kerja atau hanya untuk sekedar sarana hiburan. Sebagian besar dari gadget tersebut menggunakan baterai rechargeable sebagai suplai tenaganya. Namun taukah anda baterai rechargeable memiliki beberapa jenis dan memiliki perbedaan menurut jenisnya? Apa perbedaan dari jenis-jenis baterai tersebut? Berikut adalah beberapa jenis baterai yang umum digunakan.

NiCD / NiCad
NiCD / NiCad adalah singkatan dari nickel-cadmium battery, memiliki kapasitas yang besar dan merupakan baterai rechargeable generasi yang paling tua. Dulunya ponsel menggunakan baterai jenis ini, namun kini keberadaannya telah tergusur karena berat dan besarnya baterai ini. Perawatan untuk baterai ini pun bisa dibilang cukup merepotkan, karena untuk men-charge-nya harus dalam keadaan benar benar kosong. Baterai ini juga memiliki memory effect permanen yang jika tidak di charge dengan cara yang benar lama kelamaan baterai ini akan menurun kapasitasnya sebelum akhirnya mati total.
NiMH
NiMH adalah singkatan dari Nickel Metal Hydride, yang merupakan generasi yang lebih ramah lingkungan serta lebih ringan dan kecil jika dibanding dengan baterai NiCD. Meski terbilang ramah lingkungan, tetap saja anda tidak boleh membuang baterai ini sembarangan layaknya baterai lain karena ada proses khusus untuk pendaur-ulangan baterai ini. Baterai jenis ini masih eksis sampai saat ini, dan mungkin bagi anda yang gemar bermain mobil mini 4 WD pernah menggunakan baterai jenis ini (untuk ukuran AA, 1.2 volt). Untuk pengisian ulang baterai ini, hampir sama seperti baterai NiCD, yakni sebaiknya melakukan isi ulang saat baterai benar benar kosong. Namun anda juga dapat melakukan isi ulang saat baterai belum benar benar kosong, namun efeknya adalah baterai akan lebih cepat habis, dan akan kembali memiliki performa seperti semula saat anda telah menghabiskan baterai dan mengisinya kembali. Itu disebabkan karena baterai ini memiliki temporary memory effect (memori efek sementara) dan akan menjadi permanent memory effect jika anda melakukan kesalahan berulang saat pengisian baterai yang menyebabkan menurunnya performa baterai secara permanen.
Li-Ion
Li-Ion adalah singkatan dari Lithium-Ion, yang kini banyak digunakan berbagai macam gadget seperti ponsel misalnya. Berbeda dengan 2 jenis baterai di atas, baterai jenis ini tidak lagi memiliki memory effect dan dapat di isi ulang sebelum baterai belum benar benar kosong. Namun untuk jenis baterai ini memiliki umur berdasarkan seberapa banyak pengguna melakukan isi ulang atau charging terhadap baterai ini. Dan faktor lain yang dapat menurunkan performanya adalah kelebihan waktu saat charging atau overcharge. Untuk tips perawatannya silahkan klik disini
Li-Po
Li-Po adalah singkatan dari Lithium Polymer yang merupakan generasi yang lebih modern dari baterai Li-Ion. Baterai ini memiliki variasi tegangan antara 2.7 volt (kondisi kosong) hingga 4.23 volt (terisi penuh) dan baterai ini terlindung dari kondisi overcharge dengan membatasi tegangan yang tidak lebih dari 4.35 volt. Untuk pengisian ulang, sebaiknya menghindari baterai kosong total atau saat indikator baterai menunjukkan signal lowbat karena jika baterai sampai kosong, device yang menggunakan baterai ini akan sedikit sulit untuk dinyalakan kembali sebelum baterai benar benar pulih. Baterai jenis ini tidak lagi memiliki "umur" berdasarkan seberapa sering ia di isi ulang atau di charge. CMIIW. Untuk tips perawatannya silahkan klik disini.

Apa Itu Root Pada Android Serta Pengertiannya?

Apa Itu Root Pada Android Serta Pengertiannya? - Jika anda adalah salah satu pengguna perangkat dengan sistem operasi Android, pastilah anda pernah atau sering mendengar beberapa istilah pada Android. Diantara banyaknya istilah tersebut, yang paling banyak ditemui adalah istilah root. Ya, memang istilah ini sangat erat kaitannya dengan sistem operasi yang memiliki icon robot hijau yang lucu tersebut. Namun meski demikian, masih banyak pula user atau pengguna Android yang belum mengetahui arti dan kegunaan root.

Pengertian Root Android
Fungsi dari root pada Android adalah untuk memberikan hak istimewa SuperUser (atau biasa di singkat SU) atau hak penuh kepada pengguna untuk "membuka pintu" dan masuk ke sistem Android (pada Windows mirip dengan hak administrator). Mengapa developer atau pengembang Android tidak memberikan akses Root sejak awal? Tentu saja untuk melindungi sistem operasi itu sendiri dari pengguna (terutama yang newbie seperti saya) dari kesalahan jika pengguna dengan sengaja atau tidak telah mengubah, mengedit, ataupun menghapus file system yang dapat menyebabkan kinerja perangkat tidak berjalan semestinya atau bahkan mati total
Root pada Android sendiri memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan diantaranya:



  • Kekurangan / Kerugian
      Menghilangkan Garansi Device
    Mengapa demikian? seperti di jelaskan di atas, Root pada Android adalah untuk "membuka pintu" ke dalam sistem Android. Biasanya untuk membuka pintu atau membongkar (sebuah hardware) kita perlu "membuka segel" pada hardware tersebut. Jadi jika device Android telah melalui proses Root, itu dapat disama artikan pengguna dianggap telah membuka "segel" dari sistem dimana "segel" yang utuh diperlukan untuk klaim garansi. Namun pengguna tak perlu khawatir, karena device Android yang telah melalui proses Rooting dapat di kembalikan ke keadaan semula (Unroot).
    Tips: Jika ingin membawa device ke service center, selain Unroot sebaiknya dilakukan juga factory reset untuk menghilangkan data dan jangan lupa pasang muka polos seakan ga punya dosa untuk meyakinkaan pihak service center. :p
      Rentan terhadap Virus ataupun Malware
    Menurut hasil survei salah satu Anti Virus terkemuka (sebutin ga yah :p), device Android yang telah melalui proses rooting lebih mudah dan rentan terhadap Virus ataupun malware berbahaya. Namun hal ini masih menjadi pedebatan akan kebenarannya.
    Tips: Untuk melindungi device anda (baik yang telah di-Root ataupun Unroot) sebaiknya berhati-hati jika anda berniat menginstal aplikasi. Lihat user permision yang diminta aplikasi tersebut. Jika sekiranya aplikasi tersebut meminta akses tertentu (terutama akses root atau ijin SU) yang sekiranya tidak perlu untuk fungsi dari aplikasi itu sendiri, sebaiknya anda batalkan instalasi aplikasi tersebut (jika sekiranya ga butuh banget). Bacalah beberapa tips untuk menghindari malware yang sudah saya tulis pada posting cara menghindari dan mencegah malware pada Android.
  • Kelebihan / Keuntungan
      Dapat menginstal Aplikasi yang membutuhkan akses Root
    Contoh Aplikasi yang berguna dan membutuhkan akses root adalah Titanium Backup yang berguna untuk membackup semua aplikasi dan mengembalikan aplikasi yang terhapus termasuk data-datanya seperti highscore, pengaturan dll.
      Dapat meningkatkan performa device
    Pengguna dapat meningkatkan performa device Android dengan cara root. Namun bukan berarti setelah Rooting device anda akan otomatis ngebut. Tentunya perlu utak atik lebih lanjut seperti memindahkan aplikasi yang terinstal di memori internal ke memori eksternal dengan aplikasi App2sd, Link2sd, atau Gemini App Manager. Keunggulan berikutnya adalah pengguna dapat menghapus aplikasi bawaan device yang sekiranya tidak berguna, ataupun mengatur autorun suatu aplikasi sehingga lebih melegakan RAM yang tentunya bikin device makin ngebut dengan aplikasi tertentu, diantaranya adalah Gemini App Manager (BACA : Cara menggunakan Gemini App Manager).
  • Kesimpulan

  • Root memang sangat berguna bagi user yang menginginkan performa lebih dari device nya, dan tentu saja dengan proses root pengguna dapat mengutak atik device lebih lanjut dengan resiko kerusakan ditanggung sendiri tentunya (tergantung FF dan FA). Device yang tidak melalui proses Root atau Unroot pun dapat disusupi malware jika pengguna tidak hati-hati dalam menginstal suatu aplikasi. Jadi jika pengguna ingin performa device Android nya lebih baik dari keadaan normal, Rooting boleh dicoba (resiko ditanggung sendiri), namun jika pengguna sudah puas dengan performa device dalam keadaan normal, sebaiknya tidak perlu Root device anda untuk menghindari resiko.

    Untuk mengetahui apakah gadget Android anda sudah di root atau belum, anda bisa baca di halaman Cara mengetahui root pada Android. Nah mungkin itu saja yang bisa saya bahas soal root pada posting kali ini. Semoga bermanfaat :D

    Besok Google Glass Akan Dapat Dibeli Oleh Siapa Saja

    Besok Google Glass Akan Dapat Dibeli Oleh Siapa Saja - Tanggal 15 April 2014 pukul 9 EDT (Eastern Daylight Time, Waktu Amerika) akan menjadi waktu yang ditunggu-tunggu oleh para pecinta gadget di seluruh dunia. Kenapa? Karena pada waktu tersebut semua orang di seluruh dunia akan diperbolehkan untuk membeli sebuah perangkat kacamata pintar canggih yang dikembangkan oleh Google, yang tidak lain adalah Google glass.
    Google Glass
    Ya, perangkat ini sudah lama dinanti-nantikan oleh mereka yang haus teknologi karena sejak secara resmi diperkenalkan pada musim panas 2012 lalu, ia tak kunjung dijual secara bebas. Hanya beberapa orang saja yang dapat memiliki perangkat ini, seperti para developer misalnya. Dalam tahap pengembangannya, perangkat ini sering kali muncul ke publik dan cukup untuk membuat beberapa orang yang tidak memilikinya merasa iri. Dan bagi kamu yang ingin memiliki kacamata pintar ini setidaknya kamu harus menyiapkan dana sebesar $1500 dan kamu bisa mendapatkannya di situs ini. Penjualan Google glass untuk umum ini hanya berlaku satu hari saja sehingga kamu tidak boleh menunggu lama lagi jika ingin memilikinya.
    Google glass adalah sebuah gadget berbentuk kacamata yang masuk dalam kategori wearable device. Perangkat yang dikembangkan oleh Google ini memiliki sebuah layar kecil yang terletak pada sisi mata sebelah kanan atas yang konon setara dengan layar berukuran 25 inch high definition jika dilihat dari jarak 8 kaki. Di sebelah layar tersebut terdapat sebuah kamera kecil dengan resolusi 5 megapixel. Ia juga memiliki sebuah earbud mono sebagai output suara. Perangkat yang berjalan dengan OS Android ini dapat terhubung dengan internet via WiFi.

    Mengatasi Google Play Store Error (Tidak Bisa Download)

    Mengatasi Google Play Store Error (Tidak Bisa Download Aplikasi) - Pernah mengalami error saat mendownload aplikasi Android di Google Play Store? Sebagian besar pengguna Android pasti pernah mengalami nya, terutama jika mereka mengakses Google Play dengan jaringan 3G (bukan Wi-Fi).

    Dulu saya pun pernah mengalaminya, dan sempat jengkel padahal saat itu koneksi cukup cepat untuk browsing, tapi saat masuk ke Google Play Store terdapat sebuah pesan yang tertulis "No Internet Connection" (Tidak ada koneksi internet) padahal jelas - jelas saya sudah memakai paket data internet bulanan saat itu. Atau ketika mulai mendownload ada pesan error lain yang bertuliskan "Connection Timeout" dan lain sebagainya. Tentu ini membuat saya cukup frustasi pada saat itu.

    Nah setelah saya bertanya kepada master - master Android ternyata ada sebuah solusi sederhana dan cukup efektif untuk mengatasi koneksi ke Google Play Store yang error tersebut. Nah di posting Android basic tips kali ini saya akan berbagi pengalaman saya untuk mengatasi masalah tersebut. Yuk kita langsung saja ke TKP :D

    Setting koneksi Android
    Langkah ini cukup mudah, pertama - tama masuklah ke setting yang bisa anda temui saat menyentuh softkey / tombol kapasitif (pilihan). Atau bisa juga anda temukan di menu pada device Android anda.
    Setting koneksi Android
    Lalu pilih more atau cari pilihan wireless & network (nirkabel dan jaringan) karena letak menu setting bisa saja berbeda (untuk device tipe /  merek / versi Android lain mungkin bisa berbeda lagi)
    Setting mobile network Android
    Setelah itu pilih mobile networks.
    Setting APN Android
    Lalu masuk ke Access Point Names.
    Setting APN Android
    Nah sebelum melanjutkan, perhatikan lingkaran merah pada gambar diatas. Itu menunjukkan APN (Access Point Name) yang sedang digunakan. Lalu sentuh bagian yang ditunjuk oleh panah berwarna merah (untuk mengatur APN yang sedang digunakan)
    Mengatasi google play error
    Pada Proxy dan Port akan terdapat kode tertentu, hapus (kosongkan) kedua kode tersebut lalu klik save / ok. Tapi sebelumnya jangan lupa untuk mengcopy - paste nya terlebih dahulu untuk backup, anda bisa menulis / menyalin / mencatat kode tersebut di sebuah kertas / apapun agar nanti jika tidak berhasil / terjadi error yang lebih parah kita bisa mengembalikan kode tersebut seperti semula.
    Lalu silahkan coba kembali masuk ke Play Store. Jika masih terjadi error (Connection Timeout atau No Internet Connection) coba untuk menutup lalu membukanya kembali berulang kali. Jika tetap tidak mau, silahkan masukkan kembali kode yang anda hapus tadi karena mungkin ada faktor lain yang menyebabkan error nya, kualitas jaringan misalnya.
    Nah cukup mudah bukan? Jangan lupa untuk tetap berhati - hati dalam memilih aplikasi, karena tidak semua aplikasi aman untuk di install. Untuk tips lengkapnya silahkan baca di halaman tips aman memilih aplikasi Android. Semoga bermanfaat :D

    Baca juga : Mengatasi "Sayangnya Google Play Store telah berhenti"

    Tips Memilih HP Bekas Berkualitas

    Tips Memilih HP Bekas Berkualitas - Yaah, namanya hidup selalu dihadapkan kepada berbagai pilihan, dan sudah menjadi kewajiban kita untuk mengambil keputusan untuk mengambil pilihan yang mana. Hemm, lalu apa hubungannya dengan HP bekas? Ya jelas ada donk! Memilih untuk membeli hp bekas tentu juga merupakan sebuah keputusan di tengah banyaknya pilihan hp baru yang beredar dipasaran. Faktor harga, ketersediaan dan berbagai pertimbangan lain juga menjadi faktor penentu kenapa orang lebih memilih untuk membeli hp bekas daripada hp baru. Berdasarkan keterangan dari beberapa teman yang mimin tanyai, mereka lebih memilih untuk membeli handphone second karena memang keadaan fisiknya masih bagus dan tidak jauh beda dengan barang yang masih baru, ditambah dengan selisih harga yang bisa dibilang lumayan membuat pilihan ini dirasa lebih menguntungkan.
    Handphone berkualitas
    Tapi tetap saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk membelinya atau tidak, seperti yang dilakukan oleh konsumen cerdas lainnya. Barang baru saja terkadang tidak selalu sempurna bukan? Maka jargon "teliti sebelum membeli" sepertinya memang harus benar - benar diterapkan oleh para konsumen khususnya jika ingin membeli perangkat second. Namun tidak sedikit konsumen yang tidak tau hal apa saja yang harus diperhatikan khususnya saat membeli handphone second. Apalagi sekarang ini sedang nge-trend dan banyak sekali beredar perangkat atau gadget canggih yang membuat konsumen semakin bingung. Nah untuk itu pada posting kali ini mimin akan memberikan beberapa tips tentang apa - apa saja yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk membeli gadget "baru tapi bekas". Yuk kita langsung ke TKP :D
    • Kondisi fisik
    Secara tidak langsung, kondisi fisik dari suatu perangkat menggambarkan perlakuan dan perawatan yang dilakukan oleh pemilik sebelumnya. Perhatikan bagian casing, apakah terdapat dent atau bagian yang cacat seperti bekas jatuh. Jika terdapat dent atau goresan - goresan, bisa diindikasikan bahwa perangkat tersebut pernah jatuh dengan keadaan yang agak parah dan perlu diteliti lebih detail lagi mengingat hal itu (perangkat yang jatuh) dapat menyebabkan kerusakan pada komponen penting perangkat. Perhatikan juga tampilan layarnya apakah terdapat death pixel atau tidak. Biasanya death pixel terdapat di pinggiran layar yang ciri - cirinya adalah warna akan nampak lebih pucat dibagian itu, atau terdapat warna atau bercak kemerahan. CMIIW.
    • Cek fisik Part II : Periksa keyboard / layar sentuh dan tombol lainnya
    Disini mimin akan membagi tips nya menjadi dua bagian, yakni untuk perangkat dengan keyboard fisik dan perangkat dengan layar sentuh :
    1. Jika perangkat memiliki keyboard fisik, periksalah apakah semua tombolnya berfungsi dengan baik. Hal ini sangat penting khususnya bagi handphone yang isinya tombol semua memiliki banyak tombol fisik (QWERTY) demi menjaga kenyamanan saat menggunakannya nanti.
    2. Jika perangkat tidak memiliki keyboard fisik alias handphone / smartphone dengan layar sentuh, hal yang harus diperiksa adalah sensor dari layar tersebut, apakah bekerja dengan baik atau tidak. Karena perangkat yang isinya cuma layar thok menggunakan navigasi layar sentuh sangat rentan terhadap kerusakan pada bagian layar khususnya jika perangkat pernah terjatuh. Sentuh dan navigasi seluruh bagian layar mulai dari ujung atas hingga ujung bawah dan pastikan semua bagian layarnya dapat merespon dengan baik.
    Selain hal diatas, biasanya dalam sebuah handphone terdapat beberapa tombol lain seperti tombol power, volume, kamera dll. Pastikan juga semua tombol tersebut berfungsi dengan semestinya.
    • Periksa keaslian perangkat
    Kondisi fisik yang baik memang penting, tapi keaslian perangkat lebih penting! Jangan mudah tergiur dengan harga murah karena bisa jadi itu adalah barang BM atau bahkan barang palsu! Cara yang paling mudah adalah dengan cara mengecek IMEI dari perangkat tersebut. Perangkat resmi (bukan BM) dan asli akan mengeluarkan informasi tentang kode IMEI jika kita menekan tombol #*06# pada menu telepon. Namun jika kamu belum yakin, lakukan beberapa pengujian lain seperti yang sudah mimin posting pada halaman cara cek handphone asli atau palsu.
    • Periksa kinerja perangkat
    Jangan melihat sesuatu dari bentuk fisiknya saja, sepertinya ungkapan pepatah itu sangat tepat untuk diterapkan dalam hal bertransaksi. Bentuk fisik "mulus" belum tentu kinerjanya juga bagus karena sering kali kerusakan tertentu tidak bisa terlihat dari bentuk fisik luarnya saja bukan? Maka memeriksa apakah perangkat dapat bekerja dengan semestinya juga menjadi faktor penting sebelum memutuskan untuk membelinya.
    • Periksa fitur perangkat
    Fitur - fitur seperti kamera, speaker dan lainnya juga menjadi hal yang wajib diperhatikan. Jangan sampai fitur tersebut malah tidak bisa digunakan dengan baik sehingga akan mengurangi kenyamanan dan fungsionalitas #halah dari perangkat yang akan kita beli. Yup, ini berkaca dari kesalahan saudara kandung (kakak) mimin yang menyesal setelah membeli handphone bekas karena ternyata speaker pada perangkat tersebut sudah rusak meski keadaan fisiknya masih sangat baik.
    • Kelengkapan perangkat
    Kelengkapan seperti kotak atau dus, kabel USB, memory card, earphone original dan lain lain menjadi nilai tambah pada gadget bekas. Jika perangkat yang kamu beli dilengkapi dengan dus, maka carilah kode IMEI pada dus tersebut dan cocokkan dengan kode IMEI perangkatmu (seperti yang sudah dijelaskan diatas). Jika ternyata cocok, (hampir) bisa dipastikan bahwa perangkat tersebut adalah barang tersebut bukanlah barang curian.
    • Harga
    Yang terakhir adalah soal harga. Pastikan harganya sesuai dengan kisaran harga dipasaran. Biasanya jika semua hal diatas sudah terpenuhi, maka harga dari perangkatnya pun bisa dibanderol cukup tinggi (untuk kisaran harga bekas pada tipe perangkat yang sama) karena memang kualitasnya masih baik.

    Nah itulah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membeli handphone bekas versi on the spot Dunia gadget 558. Semoga bermanfaat :D